Rabu, 07 Desember 2011

Dimana rumahmu Nak?

Orang bilang anakku seorang aktivis . Kata mereka namanya tersohor dikampusnya sana . Orang bilang anakku seorang aktivis.Dengan segudang kesibukan yang disebutnya amanah umat . Orang bilang anakku seorang aktivis .Tapi bolehkah aku sampaikan padamu nak ? Ibu bilang engkau hanya seorang putra kecil ibu yang lugu.

Anakku,sejak mereka bilang engkau seorang aktivis ibu kembali mematut diri menjadi ibu seorang aktivis .Dengan segala kesibukkanmu,ibu berusaha mengerti betapa engkau ingin agar waktumu terisi dengan segala yang bermanfaat.Ibu sungguh mengerti itu nak, tapi apakah menghabiskan waktu dengan ibumu ini adalah sesuatu yang sia-sia nak ? Sungguh setengah dari umur ibu telah ibu habiskan untuk membesarkan dan menghabiskan waktu bersamamu nak,tanpa pernah ibu berfikir bahwa itu adalah waktu yang sia-sia.

Anakku,kita memang berada disatu atap nak,di atap yang sama saat dulu engkau bermanja dengan ibumu ini .Tapi kini dimanakah rumahmu nak?ibu tak lagi melihat jiwamu di rumah ini .Sepanjang hari ibu tunggu kehadiranmu dirumah,dengan penuh doa agar Allah senantiasa menjagamu .Larut malam engkau kembali dengan wajah kusut.Mungkin tawamu telah habis hari ini,tapi ibu berharap engkau sudi mengukir senyum untuk ibu yang begitu merindukanmu . Ah,lagi-lagi ibu terpaksa harus mengerti,bahwa engkau begitu lelah dengan segala aktivitasmu hingga tak mampu lagi tersenyum untuk ibu . Atau jangankan untuk tersenyum,sekedar untuk mengalihkan pandangan pada ibumu saja engkau engkau,katamu engkau sedang sibuk mengejar deadline. Padahal,andai kau tahu nak,ibu ingin sekali mendengar segala kegiatanmu hari ini,memastikan engkau baik-baik saja,memberi sedikit nasehat yang ibu yakin engkau pasti lebih tahu.Ibu memang bukan aktivis sekaliber engkau nak,tapi bukankah aku ini ibumu ? yang 9 bulan waktumu engkau habiskan didalam rahimku..

Anakku, ibu mendengar engkau sedang begitu sibuk nak. Nampaknya engkau begitu mengkhawatirkan nasib organisasimu,engkau mengatur segala strategi untuk mengkader anggotamu . Engkau nampak amat peduli dengan semua itu,ibu bangga padamu .Namun,sebagian hati ibu mulai bertanya nak,kapan terakhir engkau menanyakan kabar ibumu ini nak ? Apakah engkau mengkhawatirkan ibu seperti engkau mengkhawatirkan keberhasilan acaramu ? kapan terakhir engkau menanyakan keadaan adik-adikmu nak ? Apakah adik-adikmu ini tidak lebih penting dari anggota organisasimu nak ?

Anakku,ibu sungguh sedih mendengar ucapanmu.Saat engkau merasa sangat tidak produktif ketika harus menghabiskan waktu dengan keluargamu . Memang nak,menghabiskan waktu dengan keluargamu tak akan menyelesaikan tumpukan tugas yang harus kau buat,tak juga menyelesaikan berbagai amanah yang harus kau lakukan .Tapi bukankah keluargamu ini adalah tugasmu juga nak?bukankah keluargamu ini adalah amanahmu yang juga harus kau jaga nak?

Anakku,ibu mencoba membuka buku agendamu .Buku agenda sang aktivis.Jadwalmu begitu padat nak,ada rapat disana sini,ada jadwal mengkaji,ada jadwal bertemu dengan tokoh-tokoh penting.Ibu membuka lembar demi lembarnya,disana ada sekumpulan agendamu,ada sekumpulan mimpi dan harapanmu.Ibu membuka lagi lembar demi lembarnya,masih saja ibu berharap bahwa nama ibu ada disana.Ternyata memang tak ada nak,tak ada agenda untuk bersama ibumu yang renta ini.Tak ada cita-cita untuk ibumu ini . Padahal nak,andai engkau tahu sejak kau ada dirahim ibu tak ada cita dan agenda yang lebih penting untuk ibu selain cita dan agenda untukmu,putra kecilku..

Kalau boleh ibu meminjam bahasa mereka,mereka bilang engkau seorang organisatoris yang profesional.Boleh ibu bertanya nak,dimana profesionalitasmu untuk ibu ?dimana profesionalitasmu untuk keluarga ? Dimana engkau letakkan keluargamu dalam skala prioritas yang kau buat ?

Ah,waktumu terlalu mahal nak.Sampai-sampai ibu tak lagi mampu untuk membeli waktumu agar engkau bisa bersama ibu..

Setiap pertemuan pasti akan menemukan akhirnya. Pun pertemuan dengan orang tercinta,ibu,ayah,kaka dan adik . Akhirnya tak mundur sedetik tak maju sedetik .Dan hingga saat itu datang,jangan sampai yang tersisa hanyalah penyesalan.Tentang rasa cinta untuk mereka yang juga masih malu tuk diucapkan .Tentang rindu kebersamaan yang terlambat teruntai.

Untuk mereka yang kasih sayangnya tak kan pernah putus,untuk mereka sang penopang semangat juang ini . Saksikanlah,bahwa tak ada yang lebih berarti dari ridhamu atas segala aktivitas yang kita lakukan.Karena tanpa ridhamu,Mustahil kuperoleh ridhaNya

Selasa, 29 November 2011

Terima Kasih Malaysia

Terima kasih Malaysia telah mengajari kami menghargai budaya bangsa kami sendiri (batik, reog ponorogo, rasa sayange) apabila tanpa pengakuan kalian Negara kami tidak akan pernah menghargai budaya sendiri karena pemudanya disibukkan dengan kebanggan budaya luar.

Terima kasih Malaysia telah menyediakan ribuan lapangan pekerjaan (TKI) disaat kami tidak bisa menyediakan lapangan kerja yang layak bagi saudara-saudara kami (perlakukan mreka dengan lebih layak yah)

Terima kasih Malaysia telah memberikan tontonan yang mendidik bagi anak-anak kami (upin-ipin) disaat TV kami sibuk memberikan tontonan yang tidak layak.

Terima kasih Malaysia karena telah memberi kami pelajaran arti sebuah sejengkal tanah Negara kesatuan (daerah perbatasan, sipadan ligitan) Mungkin tanpa kalian pemerintah kami tidak akan pernah memperhatikan nasib-nasib daerah perbatasan dan saudara kami di perbatasan.

Terima Kasih Malysia telah memberikan kami pelajaran arti sebuah kegagalan, arti tidak meremehkan lawan, menerima kekalahan dengan sportif, mengakui kemenangan lawan dengan jantan, arti sebenarnya sebuah pertandingan (AFF & seagames)walaupun harus dibayar malah dengan korban nyawa (turut berbela sungkawa).

Kita terlalu bangga dengan anggapan bahwa Malaysia dulunya belajar dari Indonesia, Tapi jaman sudah berubah Pak Guru yang Cuma tamatan SPG/Sekolah Pendidikan Guru (Indonesia) memiliki murid (Malaysia) 30 puluh tahun yang lalu, sekarang Pak guru masih menjadi Seorang Guru yang mulia tetap dengan pendidikan SPGnya dan sang murid telah meraih gelar Doctornya. Kita seharusnya banyak belajar dari Malaysia.



Tetap Semangat dan Be Positif
I N D O N E S I A BISA…..



Salam Persahabatan
Jangan mengeluh tapi Bijaksanalah dan intropeksi. Salam Sahabat..

Senin, 28 November 2011

10 cara melupakan seseorang

1. Buang Semua Pemberian Darinya
Semua barang yang berasal darinya akan membuat kalian teringat 5W1H.

WHO: SIAPA yang memberikan itu kepada kalian.
dialah pacarmu pada saat itu yang memberikan itu padamu.

WHAT: APA yang dilakukan dia terhadap kalian.]
dialah pacarmu pada saat itu yang melakukan yang terbaik untukmu

WHERE: DIMANA dia memberikan itu kepada kalian.
dialah pacarmu pada saat itu yang memberikan itu ditempat kenangan terindah berdua

WHEN: KAPAN dia memberikan itu kepada kalian
dialah pacarmu pada saat itu yang memberikan itu pada saat ulangtahunmu, anniversarymu, atau saat kalian berada dalam kesedihan, dalam kebahagiaan dan dalam kehangatan.

WHY: KENAPA dia memberikan itu kepada kalian.
untuk apa dia memberikan itu? karena dia sayang padamu pada saat itu.

HOW: BAGAIMANA dia memberikan itu kepada kalian?
dia memberikan dengan penuh ketulusan, dan penuh rasa sayang

Jadi. buanglah itu kalau perlu BAKAR SAJA! biarkan semuanya terbakar.


2. Dengarkan Musik Klasik
Setelah kalian buang jauh semua pemberian darinya. Nyalakan musik klasik dari handphone melalui headset. dan biarkan perasaan kalian terombang ambing larut didalam musik klasik itu.
Recomanded song wedding bell by Depapepe

3.TIDUR, PEJAM, INGAT, RASAKAN, RENUNGKAN!
Saat mendengarkan musik klasik tadi dan terlarut didalamnya, tidurlah dalam kamarmu, pejamkan kedua matamu, ingatlah semua kejadian dan kenangan yang pernah kalian lalui bersamanya. kalau perlu flashback dari awal pertemuan kalian sampai akhirnya terpisah seperti saat ini. Rasakan rasa semua perasaan kalian saat itu. Sayang, bahagia, senang, dan semuanya yang bisa kalian rasakan saat itu. dan tiba saatnya RENUNGKAN! kini dia sudah pergi meninggalkanmu tangisilah sedalam2nya. Teruslah menangisinya hingga air mata itu habis dan semua perasaan dalam hati hilang.

4. Bangun !
Bangunlah dari renunganmu. Bangkitlah dari jatuhmu. Kini saatnya untuk melihat keseluruh penjuru. Kalian masih punya teman yang terus mensupport kalian. Kalian masih punya sahabat yang selalu ada untuk kalian. Kalian masih memiliki keluarga yang sangat dekat dengan kalian.


5. Meditasilah !
Setelah kalian bangkit, bermeditasilah! lakukan peregangan badan atau sering disebut "ngulet" lalu tariklah nafas dalam dalam sampai tak bisa lagi mengambil nafas lalu tahan selama beberapa detik dan buang perlahan-lahan. lakukan ini terus sampai hati menjadi tenang, sekali-kali pikirkan semua hal positif yang ada.


6. Lakukan Segala Kegiatan Yang Bisa Dilakukan
lakukan apapun yang bisa dilakukan setelah selesai bermeditasi. isilah hidupmu pada hari itu dengan kegiatan penuh yang mengalihkan pikiranmu.


7.Berkumpul Bersama Teman
Berkumpulah bersama teman-temanmu, mereka akan dengan senang hati secara tidak langsung membantu kalian melupakan dirinya. dan kalian akan sadar bahwa dibumi ini bukan hanya dia seorang yang berarti dalam hidup kalian, tetapi mereka juga begitu berarti mengisi hari-hari kalian.


8. Cari Nuansa Baru Dalam Hidup
Carilah nuansa baru dalam hidup kalian. Baik itu pergi kesuatu tempat yang belum pernah kalian kunjungi, ataupun melakukan sesuatu yang belum pernah kalian lakukan selama ini. Dengan begitu kalian akan mengerti bahwa hidup ini sangatlah indah, dan kalian akan belajar bahwa banyak yang bisa dilakukan didunia ini.


9. Maafkan Dia
Ketika hidup kita sudah normal kembali, saatnya untuk mengingat dia kembali. Maafkanlah dia atas segala kesalahannya. Ternyata kita bisa hidup tanpa dirinya seperti saat ini :)

10. Lakukan Hidupmu Seperti Apa Adanya
Sudah saatnya kita kembali melakukan segalanya seperti adanya. Biarkan dia berlalu seiring berjalannya waktu, dan kalian akan berhasil melupakan kenangan manis bersamanya atau mungkin kalian akan menanggapi biasa saja terhadap kenangan manis kalian.Sudah saatnya kita kembali melakukan segalanya seperti adanya. Biarkan dia berlalu seiring berjalannya waktu, dan kalian akan berhasil melupakan kenangan manis bersamanya atau mungkin kalian akan menanggapi biasa saja terhadap kenangan manis kalian.


Rabu, 17 November 2010

Domba aja bisa kenapa kita ngga



Lihat kawan domba yang tak diberi akal saja bisa sekompak itu. kita manusia yang diberikan akal malah sering terlihat tidak kompak malahan sering bertengkar karena hal yang sepele. seharusnya kita pakai akal dan pikiran kita dengan sebaik-baiknya, gunakan untuk hal-hal yang berguna untuk kehidupan kita terlebih lagi untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. kita buat negara ini menjadi negara yang terlihat hebat di mata kita dan di mata dunia. merdeka!!!

Minggu, 14 November 2010

Sinopsis Novel Maryamah Karpov


Pilihan Novel: Maryamah Karpov
Karya: Andrea Hirata


Maryamah Karpov adalah novel keempat dari tetralogi Laskar Pelangi. Maryamah karpov adalah karya pamungkas dari Andrea setelah Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Edensor.

Buku ini berkisah tentang kisah pencarian A Ling yaitu cinta sejati Andrea Hirata(Ikal) walaupun akhirnya tidak terlalu bahagia.

Pada bagian awal buku ini diceritakan kisah Ikal yang telah lulus dari Universitas Sorbonne, lalu Ikal melakukan Farewell Party-nya di Prancis bersam temn-temannya yang juga telah lulus di Universitas yang sama. Setelah bersuka cita melakukan Farewell Party Ikal langsung pulang menuju Belitong. Pada saat sampai di Belitong, Ikal naik bus dan bertemu kembali dengan Arai dan tokoh yang dulu pernah membantunya, yaitu Bang Zaitun. Lalu pada kisah selanjutnya, ada kisah penyambutan Ikal di kampungnya.
Di Belitong akan kedatangan dokter gigi dari Jakarta, Dokter Diaz namanya. Akan tetapi kedatangan dokter gigi ini ke Belitong tidak dimanfaatkan dengan baik, karena warga di Belitong lebih percaya kepada dukun daripada dokter. Ikal yang sedang sakit gigi dipaksa oleh Ketua Karmun agar berobat kepada Dokter Diaz tetapi, Ikal yang pernah punya pengalaman buruk dengan dokter tidak mau untuk berobat kepada Dokter Diaz.
Pada kisah selanjutnya diceritakan tradisi-tradisi orang Belitong (Melayu, orang sawang, orang besarung, Khek, Hokian, dsb) yaitu merubah-rubah nama orang dan  juga taruhan di Warung Kopi (Warung Kopi yang terkenal adalah Warung Kopi Usah Kau Kenang Lagi).
Juga diceritakan kisah perjuangan Arai daalm mendapatkan cintanya Zakiah Nurmala. Pada akhirnya dengan bantuan dari Ikal, Arai berhasil menikah dengan Zakiah. Arai menetap di Inggris bersama Zakiah sambil melanjutkan sekolahnya.

Mulai pada kisah selanjutnya dan Inti dari buku ini, pencarian A Ling.
Keberanian dan keteguhan hati telah membawa Ikal pada banyak tempat dan peristiwa. Sudut-sudut dunia telah dia kunjungi demi menemukan A Ling. Apa pun Ikal lakukan demi perempuan itu. Keberaniannya ditantang ketika tanda-tanda keberadaan A Ling tampak. Dia tetap mencari, meski tanda-tanda itu masih samar. Awalnya diceritakan dibuku ini ada beberapa orang yang ditemukan mati di tengah laut. Kemungkinan mereka adalah salah satu kunci untuk pencarian A Ling karena mereka masih berhubungan keluarga dengan A Ling. Lalu Ikal memutuskan untuk membuat perahu untuk berlayar mencari A Ling yang kemungkinan hilang di gugusan kepulauan Batuan. Ikal pun bertemu kembali dengan sahabat-sahabat Laskar Pelanginya juga teman-teman Societeit de Limpai. Ikal bertemu kembali dengan Lintang, Mahar, Samson, Syahdan, Sahara, Trapani, Harun, A Kiong, Flo, juga Kucai.

Dengan bantuan teman-temanya -apalagi Lintang dan Mahar yang banyak membantu Ikal membuat kapal- Ikal dapat membuat kapal tepat waktu. Pada masa pembuatan perahu, Ikal juga belajar bermain biola kepada Nurmi yaitu anak Mak Cik Maryamah. Akhirnya perahu pun jadi dan diberi nama Mimpi-Mimpi Lintang. Ikal, Mahar, Chung Fa dan Kalimut pun berlayar. Mereka bertemu Tuk Bayan Tula -seorang dukun di kepulaaun karimata- dulu siapa tahu A Ling disekap Tuk Bayan Tula. Mereka juga bertemu seseorang bernama Dayang Kaw yang memberitau bahwa mungkin A Ling ada di Batuan dan disekap oleh sebuah Lanun bernama Tambok. Akhirnya, A Ling ditemukan di Batuan, dan mereka akhirnya bisa pulang. Sesampainya di Belitong, Ikal dipaksa lagi untuk ke dokter gigi. Dengan usaha pantang menyerah akhirnya Ketua Karmun berhasil membujuk Ikal, dan pada akhirnya Ikal bersedia berobat kepada Dokter Diaz. Setelah kejadian ini satu persatu warga yang mengalami sakit gigi mulai mendatangi Dokter Diaz untuk berobat dan kebiasaan berobat melalui dukun pun perlahan-lahan mulai ditinggalkan.
 Pada akhir cerita, Ikal meminta izin kepada ayahnya untuk meminang A Ling tetapi, dengan tidak disangka ayahnya tidak memperbolehkan Ikal untuk meminang A Ling.
“Aku tak kan menyerah pada apa pun untuknya dan akan ada lagi perahu berangkat ke Batuan, Aku akan mencurinya (A Ling) dari pamannya dan melarikannnya, Aku akan membawanya naik perahu itu dan kita akan melintasi Selat Singapura.”